Travel

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Blogger Perempuan
Intellifluence Trusted Blogger

Banner Bloggercrony

Best Moment Blogging: Kenangan dan Memori

1 comment
best moment blogging
“Mbaaak, thank you banget kemarin aku habis baca postingan Mbak Dea tentang tempat refleksi aku langsung ke sana sama ibu dan enak bangeet ternyata tempatnya!” Kata seorang teman di DM Instagramku.
Membaca itu, aku langsung merinding. Bukan karena ngeri, tapi karena haru. Senang sekali rasanya hal yang aku lakukan bisa membantu orang lain. Hal yang kadang bahkan aku sendiri menganggapnya remeh. Ah, cuma review tempat refleksi yang aku coba doang kok, begitu batinku menepis rasa bangga.

Padahal, kalau dipikir-pikir, nggak ada tulisan yang remeh. Semua tulisan review pasti bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkannya. Bukannya kita jadi lebih mudah memutuskan saat akan membeli sesuatu setelah membaca review orang lain?

Bahkan tulisan curhat sekalipun. Aku juga pernah membaca komentar di salah satu postingan curhatanku.
“Thanks mbak sudah sharing. Aku juga sedang mengalami hal yang sama. Baca tulisan mbak Dea aku jadi nggak merasa sendiri,” begitu kurang lebih isinya yang membuat hatiku mencelas. Aku senang bisa menemani orang lain, melalui tulisan, karena aku tahu bagaimana rasanya sendirian.
Tulisan di blog ini pun kebanyakan juga luapan dari perasaan sendirian. Saat nggak tahu mau bercerita ke siapa mengenai buku yang aku baca, aku menuliskan review bukunya di sini. Saat merasa senang mengunjungi sebuah tempat dan bingung ingin menceritakannya pada siapa tanpa dihakimi, aku menuliskannya di sini.

Melalui blog yang lahirnya secara nggak sengaja ini, nyatanya justru membuatku bisa bermanfaat untuk orang lain. Hal yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya. Boro-boro bermanfaat, aku bahkan nggak pernah bayangin blog ini bakalan dibaca orang lain.

Banyak yang bilang, literasi orang indonesia rendah. Blog nggak lagi jamannya, sekarang jamannya media sosial. Nggak apa-apa, aku bakalan tetap menulis blog karena aku menyukai menulis panjang. Karena ada banyak hal yang ingin aku ceritakan. Tulisan pendek membuatku nggak bisa meluapkan emosi yang aku rasakan dengan lega.

Ya, menulis menjadi salah satu caraku untuk mengekspresikan diri.

Menyimpan Memori Jalan-jalan

gereja katolik bebas
walking tour ke GKB dan sanggar teosofi

Blog ini lahir di tahun 2015 saat aku masih kuliah. Di tengah kejenuhan kuliah, aku memiliki hobi fotografi. Meski nggak pro-pro amat, aku suka memotret apapun yang ada di hadapanku. Nggak heran kalau setiap kali bepergian memori ponsel atau kameraku selalu penuh.

Bagiku, blog ini menjadi tempat yang tepat untuk menyimpan koleksi foto beserta cerita di baliknya. Dalam setiap perjalanan bepergian banyak hal yang aku rasakan. Yang aku nggak tahu harus mengatakannya pada siapa. Blog ini seolah mampu mengurai isi kepalaku yang seringkali penuh.

Kalau dibaca lagi, dulu tulisanku sangat berantakan haha. Tapi aku sengaja membiarkannya. Supaya aku tahu kalau aku pun semakin bertumbuh dapat menulis lebih baik.

Pandemi, Stress, dan Blog

Kalau bukan karena pandemi, sepertinya blog ini bakalan mati suri. Terlahir sejak tahun 2015 untuk sekadar cerita pengalaman jalan-jalan saat kuliah, aku sempat vakum cukup lama. Namanya juga mahasiswa, isi kantongnya kan masih pas-pasan nggak bisa jalan-jalan terus wkwk.

Saat pandemi itulah aku merasa stress karena harus WFH. Blog menjadi pelarian yang membuatku rutin menulis hampir setiap hari mengenai banyak topik. Buku yang aku baca, film yang aku tonton, opiniku tentang sesuatu, dan banyak curhatan lainnya.

Konsistensi menulis blog setiap hari ternyata membawaku mendapatkan sebuah email tawaran kerja sama. Aku yang merasa ragu dan takut email tersebut penipuan, mencoba mengiyakan tawaran tersebut. Yang ternyata bukan penipuan.

Berteman dengan Orang Asing

komunitas blogger surabaya
pertama kalinya ikutan event offline dan pertama ketemu teman blogger
“Jangan ngobrol sama orang asing,” begitulah kata orang tua zaman dulu. Yang aku rasa nggak akan relevan lagi di zaman sekarang.
Karena nyatanya, aku justru banyak mengobrol dengan orang asing yang kini aku kenal sebagai teman blogger. Aneh ya. Orang yang nggak pernah kita temui, tapi rasanya sudah kenal lama. Kita bahkan tahu kebiasaannya, makanan kesukaannya, hobinya, pekerjaannya, dan segala hal tentangnya. Dari membaca cerita yang ditulisnya di blog.

Beberapa bahkan sering mengadakan meetup dan pergi bersama. Menonton bioskop, cobain resto atau cafe baru, atau sekadar kumpul-kumpul untuk ngobrol. Seolah menemukan keluarga baru yang sefrekuensi.

Mencari Jati Diri

komunitas blogger perempuan
event offline dengan komunitas blogger

Kalau di flashback dari awal blog yang dulunya memiliki nama gadisberbingkai.blogspot.com ini, blog ini sangat setia menemani aku mencari jati diri. Seperti tulisan pertamaku yang berantakan, aku pun pada saat itu masih nggak tahu dengan apa yang aku lakukan. Yang aku tahu hanyalah aku suka menuliskan cerita jalan-jalanku yang seringkali absurd.

Merasa bosan karena nggak ada cerita perjalanan yang baru, aku pun mencoba menuliskan hal lainnya seperti review buku. Nyatanya, menulis review buku yang kupikir mudah ternyata sangatlah sulit.

Aku pun belajar bagaimana menuliskan pandangan dari buku yang aku baca supaya orang lain memahami maksudku dan tertarik untuk membacanya. Aku sangat senang saat ada orang yang berkomentar di postinganku karena merasa memiliki teman diskusi.

Lalu aku belajar menulis review skincare. Yang ternyata aku baru tahu ada beberapa aturan saat kerja sama dengan sebuah brand, seperti tidak boleh menyebutkan brand kompetitor, tidak boleh menjelekkan atau menjatuhkan, dan lainnya.

Lalu bagaimana kalau kita nggak cocok dengan skincare tersebut? Nah, itulah pr-nya. Kita harus menuliskan kekurangan tersebut dalam bahasa yang halus.

Mulai Mengenal SEO

koridor coworking space
salah satu tempat pewe ngeblog

Sejak mendapatkan tawaran kerja sama, perlahan aku mempelajari SEO. karena ternyata banyak brand yang mulai mengharuskan kami menuliskan review sesuai kaidah SEO. aku pun mengikuti kursus, webinar, banyak bertanya dengan rekan sesama blogger.

Awal-awal aku mempelajari SEO secara otodidak, aku merasa tertekan saat menulis. Maklum, SEO menuntut kita menulis berdasarkan aturan algoritma Google. Sedangkan memiliki gaya menulisku sendiri.

Pada akhirnya aku pun nggak begitu mengaplikasikan semua kaidah SEO pada setiap postinganku. Karena aku ingin tulisanku menemukan pembacanya sendiri. Bukan hanya masuk ke dalam mesin pencarian teratas, tapi nggak ada yang membacanya.

Dan berkat blog ini yang membawaku pada SEO-lah yang membuatku mendapatkan pekerjaan sebagai SEO Specialist. 

Memenangkan Lomba

Jenuh dengan kegiatan blogging yang itu-itu saja, aku mencoba mengikuti lomba blog. Ingin mencari rasa bangga tersendiri dengan menemukan nama dalam sebuah postingan pengumuman lomba.

Aku pun mengikuti webinar seorang teman yang berkali-kali menang lomba. Mempelajari tulisannya dan mencoba membuatnya. Membandingkan tulisan pertamaku sebelum mengikuti webinar tersebut sungguh membuatku malu. Ternyata tulisanku sangat sangat jelek sebelumnya haha.

Setelah percobaan beberapa kali mengikuti lomba, pada akhirnya namaku tertera menjadi salah satu pemenang. Bangga sekali rasanya. Nggak pernah memenangkan lomba apapun, lantas membuatku percaya diri dan yakin. Oh, ternyata tulisanku bagus juga. Mungkin di sini bakatku.

Blog dengan Beragam Kenangan dan Memorinya

travel blog
Salah satu hal yang aku syukuri adalah aku nggak berhenti untuk menulis. Seperti tulisan ini yang aku buat untuk mengikuti challenge ramadan BPN 2025.

Sejujurnya selama ramadan ini aku cukup low dan keteteran dengan beberapa hal. Mengikuti challenge BPN membuat postingan 10 tulisan dengan minimal 1000 kata, sempat membuatku ingin menyerah di tengah jalan. Tapi, aku bersyukur aku tetap melakukannya hingga akhir.

Karena aku tahu, begitu aku berhenti sekali saja, aku akan kesulitan untuk kembali melakukannya. Godaan kenyamanan menyerah sangat menggiurkan.

Hm, selain itu sebenarnya aku nggak tahu apa yang aku lakukan kalau aku berhenti menulis. Bagaimana aku menguraikan isi kepalaku?
deamerina
Halo, aku Dea! Perempuan yang tinggal di Surabaya yang suka jalan-jalan, fotografi, menulis, dan baca buku. Aku suka menulis di sini sebagai sarana curhat dan berbagi. Yuk, temenan di Instagram @deamerina
Newest Older

Related Posts

1 comment

Herva Yulyanti said…
Yeay finally bisa menyelesaikan challenge ini ya mba..

btw aku pun haru saat menerima apresiasi melalui DM atau komen seperti memberikan cipratan semangat ya mba buat terus nulis. Ternyata sereceh apapun tulisan kita pasti akan menemukan pembacanya :)

Mau skrg zamannya video, menulis blog tetap gas..semangat buat kita ya mba ttp nulis