Nyobain skincare Korea itu sebenarnya menyenangkan banget. Karena aku merasa nyaman dengan kandungannya dan so far aku nggak ada masalah kulit selama pemakaian. Entah itu Cosrx Advance Snail Cream, Beauty Of Joseon Dynasty Cream, atau Skin1004 Madagascar Soothing Cream.
Tapii, kemarin tiba-tiba aku pengen cobain mositurizer lokal yang katanya bagus banget buat benerin skin barrier. Karena kebetulan dari awal Januari kemarin, aku nggak tahu kenapa tiba-tiba wajahku breakout.
Padahal selama ini aku nggak pernah muncul jerawat lebih dari satu. Tapi, tiba-tiba banyak jerawat di pipi kanan dan kiri hiks.
Penyebab Jerawat yang Sering Disepelekan
Ngerasa nggak sih setiap kali kita punya masalah jerawat, hal yang paling sering disalahkan adalah produk skincare yang nggak cocok. Meski ada benarnya, tapi ternyata ada beberapa penyebab jerawat lainnya yang sering banget nggak disadari.
1. Handuk yang Kotor
Nggak seperti orang Korea atau Jepang yang mengganti handuk setiap hari, kita orang Indonesia memiliki kebiasaan menjemur handuk setelah digunakan untuk dipakai lagi. Biasanya handuk akan diganti sekitar 3 hari atau setelah 1 minggu pemakaian. Beberapa orang biasanya menggunakan satu handuk untuk mengeringkan badan dan wajah.
Salah satu penyebab munculnya jerawat bisa jadi karena pemakaian handuk yang kotor. Bisa jadi handuk kotor karena jarang diganti atau menggunakan bekas menegringkan badan untuk wajah.
Untuk menghindari munculnya jerawat di wajah, pastikan rutin mengganti handuk. Atau kamu juga bisa menggunakan 2 handuk berbeda untuk badan dan wajah. Hal ini untuk menghindari kotoran pada tubuh menempel di kulit wajah yang menjadi penyebab jerawat.
2. Bantal atau Sprei Kotor
Selain handuk yang kotor, munculnya jerawat juga bisa disebabkan oleh bantal atau sprei yang kotor. Pernah nggak sih kamu setelah seharian keluar rumah lalu pulang dan langsung tidur tanpa mengganti pakaian bersih dan mencuci wajah terlebih dulu?
Seringkali kita lupa, setelah beraktivitas seharian dan terpapar polusi, kotoran dari wajah dan pakaian menempel di bantal dan sprei. Hal inilah yang bisa memicu timbulnya jerawat tanpa disadari.
Untuk menjaga bantal dan sprei tetap bersih, setelah beraktivitas di luar rumah, usahakan untuk berganti pakaian dan mencuci wajah begitu tiba di rumah sebelum merebahkan diri di kasur.
3. Konsumsi Makanan Nggak Sehat
Sudah jadi rahasia umum kalau makanan nggak sehat menjadi salah satu faktor penyebab jerawat. Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, seperti roti putih, minuman bersoda, dan makanan manis lainnya, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang memicu produksi sebum berlebih.
Produk susu, makanan cepat saji, dan makanan berminyak juga dapat memperburuk kondisi jerawat karena kandungan lemak dan hormonnya. Meskipun cokelat dan makanan yang mengandung omega-6 baik untuk tubuh, konsumsi berlebihan dapat memicu jerawat pada beberapa orang.
Oleh karenanya, kamu bisa mencoba memperbaiki konsumsi harian. Nggak hanya untuk mencegah jerawat, makan makanan sehat juga tentunya baik untuk kesehatan tubuh.
4. Kurang Olahraga dan Stress
Kurang olahraga memang nggak secara langsung menyebabkan jerawat. Tetapi dapat berkontribusi pada munculnya jerawat dalam beberapa hal.
Olahraga adalah cara yang efektif untuk mengurangi stres yang dapat memicu produksi hormon kortisol. Hormon ini dapat meningkatkan produksi sebum dan memperburuk jerawat.
Dengan berolahraga secara teratur, kamu dapat mengurangi tingkat stres dan potensial mengurangi timbulnya jerawat. Olahraga rutin dapat meningkatkan sirkulasi darah yang membantu mengantarkan nutrisi dan oksigen ke kulit.
Sirkulasi darah yang baik dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko peradangan yang dapat menyebabkan jerawat.
Setelah berolahraga pastikan untuk segera membersihkan diri dari keringat. Meskipun keringat tidak menyebabkan jerawat, penting untuk membersihkan kulit setelah berolahraga untuk mencegah pori-pori tersumbat.
Olahraga membantu menjaga keseimbangan hormon, dan ketidakseimbangan hormon dapat memicu timbulnya jerawat. Dengan berolahraga, kita membantu tubuh menyeimbangkan hormon.
5. Skincare yang Nggak Cocok
Penggunaan produk perawatan kulit (skincare) yang nggak sesuai dengan jenis kulit dapat memicu timbulnya jerawat. Kandungan komedogenik dalam beberapa produk, seperti minyak kelapa atau shea butter, dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Selain itu, alergi atau iritasi terhadap bahan-bahan tertentu seperti pewangi atau pengawet, dapat menyebabkan peradangan yang memperparah jerawat.
Jerawat juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan pH kulit akibat penggunaan produk yang terlalu keras, atau penggunaan produk yang terlalu berat bagi kulit berminyak. Hal ini dapat menyumbat pori-pori.
Saat menggunakan skincare, beberapa kulit bisa mengalami masalah jerawat , yaitu purging dan breakout.
Purging
Terjadi akibat penggunaan produk perawatan kulit baru yang mengandung bahan aktif yang mempercepat pergantian sel kulit (skin turnover). Bahan-bahan seperti retinol, AHA, dan BHA mendorong kotoran dan sel kulit mati yang sudah ada di bawah permukaan kulit untuk keluar, sehingga menyebabkan timbulnya jerawat.
Jerawat yang muncul saat purging biasanya berupa komedo putih, komedo hitam, atau jerawat kecil (papula dan pustula). Purging cenderung terjadi di area wajah yang memang rentan berjerawat.
Purging biasanya berlangsung singkat, sekitar 2-6 minggu, seiring dengan adaptasi kulit terhadap produk baru.
Breakout
Reaksi negatif kulit terhadap suatu produk atau faktor eksternal. Penyebabnya bisa beragam, seperti penggunaan produk yang menyumbat pori-pori (komedogenik), alergi terhadap bahan tertentu, perubahan hormon, stres, atau faktor lingkungan.
Untuk memilih skincare yang tepat, kenali jenis kulit kamu terlebih dulu. Perhatikan kandungan bahan, lakukan uji coba produk (patch test), dan hindari bahan-bahan yang keras.
Breakout dapat berupa jerawat dengan berbagai ukuran dan jenis, termasuk jerawat kistik yang besar dan meradang. Breakout bisa muncul di area wajah mana saja, bahkan di area yang sebelumnya tidak pernah berjerawat.
Breakout dapat berlangsung lebih lama dan terus berulang jika penyebabnya tidak diatasi.
Labore Biome Repair Barrier Revive Cream 50 ml
Netto: 50 ml
Harga: Rp142.000
Shopee: Labore Official Store
Tiktok: Labore Official Store
Yang aku baru tahu adalah Labore ini ternyata produk skincare dari Paragon. Nama Paragon inilah yang membuat aku yakin untuk cobain hihi. Berbeda dengan Wardah dan Emina, Labore dibuat khusus memanfaatkan teknologi microbiome dalam produk-produknya untuk menjaga keseimbangan mikrobioma kulit yang penting bagi kesehatan kulit sensitif. Bisa dibilang semua rangkaian skincare Labore fokus untuk masalah kulit sensitif, dari clenaser, moisturizer, sunscreen, dan lainnya.
Btw, aku saranin sih kalau kalian mau beli, cobain beli di TikToknya guys. Lebih murah soalnya daripada di Shopee wkwk.
Kandungan dan Manfaat
Bifida Ferment Lysate
Sebagai bentuk paraprobiotik dari mikrobioma, Bifida Ferment Lysate adalah prebiotik yang tidak aktif. Ketika diaplikasikan pada kulit, bahan ini diaktifkan untuk membantu menyeimbangkan mikrobioma kulit dan meningkatkan kekuatan lapisan kulit.
Revive Complex
Kombinasi Allantoin, Bisabolol, dan SensiCalm TM, yang dikenal sebagai Revive Complex, efektif dalam meredakan tanda-tanda sensitivitas kulit seperti kemerahan dan iritasi, serta membantu memperkuat lapisan pelindung kulit.
Saccharide Isometate
Dengan komposisi unik yang menyerupai karbohidrat kompleks (NMF) pada kulit manusia, bahan aktif ini membantu hidrasi yang intens hingga dapat menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Review Moisturizer Labore Biome Repair Barrier Revive Cream
Moisturizer Labore ini punya tekstur cream agak thick kayak lotion yang nyaman digunakan. Karena ini dibuat untuk kulit sensitif, kayaknya bakalan cocok juga bagi pemilik kulit berminyak.
Meski agak thick, tapi pelembap ini mild banget di kulit. Gampang untuk diratakan dan nggak bikin sumuk. Trus, yang bikin kaget adalah begitu diaplikasikan di kulit moiturizer untuk kulit sensitif ini langsung melt.
Kalau pakai ini sih mending dikit-dikit aja. Soalnya kalau kebanyakan jadi agak greasy di kulit. Keunggulan lain dari produk ini adalah kandungannya yang aman, bebas dari pewangi, alkohol, dan pewarna, sehingga meminimalkan risiko iritasi.
Buat kulitku yang kering, untuk kelembapannya jujur agak kurang di aku. Aku pakai ini karena emang lagi jerawatan, jadi siapa tahu bakalan cocok dan bisa menghilangkan jerawat.
Kesimpulan
Meski agak kurang lembap, tapi so far mositurizer Labore ini lumayan untuk sedikit meredakan jerawat yang lagi on off di sisi kanan dan kiri pipiku. Aku pakai pelebap wajah ini kurang lebih udah sebulanan dan over all aman.
Oh ya, Labore BiomeRepair Barrier Revive Cream ini tuh punya tutup yang unik banget. Untung sebelum beli aku lihat review orang di TikTok jadi aku nggak salah langkah. Hampir aja aku gunting tutupnya wkwk.
Jadi ini emang tinggal buka seal di dalam aja trus tinggal pencet sampai produknya keluar. Emang agak susah tapi ini ngebantu kita buat bisa ngabisin produk sampai tetes terakhir wkwk. Jangan digunting ya!
Sekian review Labore BiomeRepair Barrier Revive Cream. Moga bener-bener bisa ngilangin jerawatku. Kalau kalian mau cobain juga, coba beli di sini lebih murah.
Post a Comment